Senin, 09 Januari 2017

Pengamat sepakbola Rayana Djakasurya mengakui Thailand akan jadi lawan tangguh bagi Indonesia di final. Untuk itu, kemenangan wajib diraih Boaz Solossa dan kawan-kawan saat bermain di kandang sendiri. Ini mengingat ke
dua tim sudah berjumpa di fase grup dan Thailand menang 4-2, apalagi di semifinal lawan sukses menggasak Myanmar dengan total agregat 6-0, sementara Indonesia unggul agregat 4-3 atas Vietnam.
“Di sinilah peran pelatih dalam meracik pemainnya. Saya percaya pelatih timnas Indonesia, Alfred Riedl memiliki strategi lain dan siap beradu kualitas teknik dengan lawan. Tapi perlu diingat, materi pemain itu saja yang digawangi oleh Andik Vermansyah, Stefano Lilipaly dan Boaz. Mereka harus bermain cepat dan menunjukkan kelasnya agar kita tidak dag dig dug menyaksikannya,” katanya kepada SP, Jumat (9/12).
Menurutnya, skuat Garuda masih tergantung pada ketiga pemain tersebut. Ketika mereka diganti pemain lain, pola permainan langsung berubah. Ini yang menjadi “PR” besar bagi pelatih karena di 10 menit terakhir sebelum laga usai pada jumpa Vietnam, Indonesia justru kebobolan 2 gol. Hal ini jelas jadi poin kelemahan dan tak boleh terjadi lagi di laga final.
Rayana menilai adalah fakta timnas masih mendapat keberuntungan setiap bertanding selama 90 menit dan bisa melangkah ke final sekaligus menantang sang juara bertahan. Thailand merupakan tim yang tak disukai Riedl karena saat jumpa, Indonesia bisa membuat 2 gol, tetapi justru kebobolan 4 gol.
“Diakui penyerang Thailand haus gol. Mereka memang tidak menganggap enteng Indonesia, tapi tahu caranya menang. Ini yang wajib diwaspadai lini belakang Indonesia. 6 gol ke gawang Myamar jadi bukti keperkasaan Thailand. Untuk itu pertahanan Garuda yang terbilang belum maksimal, harus benar-benar kokoh dan kompak satu sama lain guna mematikan langkah lawan. Pertahankan permainan selama 90 sampai peluit panjang berakhir,” saran Rayana.

0 komentar:

Posting Komentar